Ekspos Sleman

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Jogja
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Bantul
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Sleman
  • Wisata Sleman
  • Kuliner Sleman
  • Seputar Sleman
  • Home
  • Berita Sleman

Program Rumah Layak Huni TWC Sudah Capai 56 Rumah Sejak 2016

By Ekspos Jogja
August 17, 2026

Rumah Kroniah di Dusun Grembulgede, Selomartani, Kalasan, Sleman, menjadi rumah layak huni (RLH) ke-56 yang dibangun melalui program sosial TWC. Program tersebut telah berjalan sejak 2016 dan menyasar warga kurang mampu di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan maupun Candi Borobudur.

Ringkasan Artikel:

  • Rumah Kroniah di Kalasan menjadi RLH ke-56 yang dibangun TWC melalui program sosial.
  • Program tersebut telah berjalan sejak 2016 dan menyasar warga kurang mampu di sekitar Candi Prambanan dan Candi Borobudur.
  • Pembangunan rumah Kroniah berlangsung sekitar tiga bulan dan melibatkan gotong royong masyarakat sekitar.
  • IDM menyebut program RLH sebagai bagian dari komitmen TJSL untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan wisata.

Rumah yang baru ditempati Kroniah di Dusun Grembulgede, Selomartani, Kalasan, Sleman, ternyata bukan bagian dari program bantuan yang baru berjalan tahun ini. Hunian tersebut menjadi rumah layak huni (RLH) ke-56 yang dibangun TWC melalui program sosial yang telah berlangsung sejak 2016.

Program tersebut menyasar warga kurang mampu yang tinggal di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan maupun Candi Borobudur. Rumah Kroniah menjadi bagian terbaru dari rangkaian program yang ditujukan untuk memberikan hunian yang lebih layak bagi masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Kroniah menerima rumah yang kini sudah dibangun menjadi bangunan permanen. Hunian tersebut dilengkapi lantai keramik, dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, dan dapur bersih.

Sebelumnya, rumah Kroniah berukuran sekitar 6 x 7 meter dengan dinding anyaman bambu atau gedhek. Lantainya masih berupa plester dan sejumlah genteng telah lapuk. Rumah tersebut juga belum memiliki kamar tidur serta fasilitas kamar mandi yang memadai.

Pembangunan rumah berlangsung sekitar tiga bulan. Masyarakat sekitar turut terlibat dalam proses pembangunan dengan bergotong royong hingga rumah tersebut selesai.

Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan mengatakan program rumah layak huni menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.

Menurut Febrina, keberadaan perusahaan di kawasan destinasi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan pariwisata. Keberadaan destinasi juga dinilai perlu memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

"Keberadaan kami di sini tidak hanya sekadar mengelola sebuah destinasi, tapi yang terpenting adalah bagaimana keberadaan TWC itu dapat memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar," katanya.

Program RLH tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) IDM. Peresmian rumah Kroniah dilakukan Febrina bersama jajaran direksi pada Senin (17/8/2026), dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bagi perusahaan, program tersebut menjadi salah satu cara untuk menerjemahkan keberadaan destinasi wisata agar tidak hanya memberikan pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi lingkungan masyarakat di sekitarnya.

Perwakilan Panewu Kalasan, Sidi Nugroho, turut mengapresiasi pembangunan rumah tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus menyasar warga yang membutuhkan di wilayah Kalasan.

Menurut Sidi, terwujudnya rumah layak huni tersebut juga tidak lepas dari keterlibatan masyarakat yang bekerja sama dan bahu-membahu selama proses pembangunan.

Bagi Kroniah, bantuan tersebut memberikan perubahan besar terhadap tempat tinggalnya. Rumah yang sebelumnya memiliki keterbatasan fasilitas kini menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman bagi dirinya dan keluarga.

Program RLH ke-56 ini sekaligus menunjukkan bahwa program sosial tersebut telah berjalan dalam kurun waktu sekitar satu dekade. Dengan sasaran masyarakat di sekitar Prambanan dan Borobudur, keberadaan program menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan manfaat sosial di kawasan destinasi wisata.

Tags:
  • Berita Sleman
Also read
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Related news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Latest news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Show more
Post a Comment
Cancel
Berita Populer
  • 52 Tahun Jaga Tradisi, Upacara HUT RI Tak Pernah Sepi di Jurugsari

    August 17, 2026
    52 Tahun Jaga Tradisi, Upacara HUT RI Tak Pernah Sepi di Jurugsari
  • Rumah Berdinding Gedhek di Kalasan Disulap Jadi Hunian Permanen

    August 17, 2026
    Rumah Berdinding Gedhek di Kalasan Disulap Jadi Hunian Permanen
  • Tak Cuma Soal Destinasi, Warga Sekitar Harus Rasakan Manfaatnya

    August 17, 2026
    Tak Cuma Soal Destinasi, Warga Sekitar Harus Rasakan Manfaatnya
  • Program Rumah Layak Huni TWC Sudah Capai 56 Rumah Sejak 2016

    August 17, 2026
    Program Rumah Layak Huni TWC Sudah Capai 56 Rumah Sejak 2016
Kategori Populer
  • Berita Sleman
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.