Tak Cuma Soal Destinasi, Warga Sekitar Harus Rasakan Manfaatnya
Bagi InJourney Destination Management, mengelola kawasan wisata bukan hanya soal membuat destinasi menarik bagi pengunjung. Masyarakat yang tinggal di sekitarnya juga perlu merasakan manfaat keberadaan kawasan wisata. Prinsip itu salah satunya diwujudkan lewat pembangunan rumah layak huni untuk warga Kalasan, Sleman.
Ringkasan Artikel:
- IDM menilai keberadaan destinasi wisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya, bukan hanya bagi pengunjung.
- Prinsip tersebut diwujudkan melalui program Rumah Layak Huni (RLH) untuk warga kurang mampu di sekitar kawasan wisata.
- Pembangunan rumah Kroniah di Kalasan berlangsung sekitar tiga bulan dan melibatkan masyarakat sekitar melalui gotong royong.
- IDM menyebut program RLH telah berjalan sejak 2016 dan rumah Kroniah menjadi RLH ke-56.
Ketika sebuah kawasan wisata berkembang, perhatian biasanya tertuju pada destinasi, jumlah pengunjung, hingga aktivitas ekonomi yang muncul di sekitarnya. Namun, bagi InJourney Destination Management (IDM), ada bagian lain yang tidak kalah penting: bagaimana masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi ikut merasakan manfaatnya.
Pandangan tersebut disampaikan Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan saat meresmikan rumah layak huni (RLH) milik Kroniah di Dusun Grembulgede, Selomartani, Kalasan, Sleman, Senin (17/8/2026).
Menurut Febrina, keberadaan perusahaan di kawasan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan pariwisata. Destinasi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya, termasuk manfaat sosial dan ekonomi.
"Keberadaan kami di sini tidak hanya sekadar mengelola sebuah destinasi, tapi yang terpenting adalah bagaimana keberadaan TWC itu dapat memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar," katanya.
Salah satu bentuknya diwujudkan melalui program Rumah Layak Huni yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) IDM.
Rumah Kroniah menjadi contoh paling konkret dari program tersebut. Sebelum dibangun, rumah berukuran sekitar 6 x 7 meter itu masih berdinding anyaman bambu atau gedhek, berlantaikan plester, dan memiliki genteng yang sudah lapuk.
Kini rumah tersebut telah menjadi bangunan permanen dengan lantai keramik, dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, dan dapur bersih.
Yang menarik, proses pembangunan rumah itu tidak sepenuhnya berlangsung sebagai bantuan satu arah. Pembangunan selama sekitar tiga bulan tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong.
Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Selain menghasilkan hunian yang lebih layak bagi Kroniah, pembangunan rumah juga mempertemukan perusahaan, pemerintah wilayah, dan masyarakat dalam satu kegiatan bersama.
Perwakilan Panewu Kalasan, Sidi Nugroho, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam pembangunan tersebut. Ia berharap program seperti RLH dapat terus menyasar warga yang membutuhkan di wilayah Kalasan.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat yang sudah bekerja sama, bahu-membahu demi terwujudnya rumah layak huni ini," katanya.
Sidi juga berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah wilayah, dan masyarakat dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat.
Bagi Febrina, masyarakat memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan sebuah destinasi wisata. Karena itu, pengelolaan destinasi tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Program RLH tersebut telah berjalan sejak 2016 dan menyasar warga kurang mampu di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan maupun Candi Borobudur. Rumah Kroniah menjadi RLH ke-56 yang dibangun melalui program sosial tersebut.
Kisah rumah Kroniah akhirnya tidak hanya berhenti pada bangunan baru. Di balik hunian yang kini lebih layak, ada keterlibatan warga sekitar dan gagasan bahwa perkembangan pariwisata seharusnya tidak berjalan sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan wisata.
