Ekspos Sleman

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Jogja
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Bantul
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Sleman
  • Wisata Sleman
  • Kuliner Sleman
  • Seputar Sleman
  • Home
  • Berita Sleman

52 Tahun Jaga Tradisi, Upacara HUT RI Tak Pernah Sepi di Jurugsari

By Ekspos Jogja
August 17, 2026

Lebih dari 130 orang berkumpul di Kampung Jurugsari, Condongcatur, Sleman, Senin (17/8/2026) untuk mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bukan sekadar seremoni, upacara ini punya cerita panjang karena menjadi tradisi warga yang terus digelar tanpa putus selama 52 tahun sejak 1974.

Ringkasan Artikel:

  • Warga Jurugsari, Condongcatur, Sleman, kembali menggelar upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
  • Tradisi tersebut telah berlangsung tanpa putus selama 52 tahun sejak 1974.
  • Lebih dari 130 peserta hadir, termasuk pelajar asal Kei, Maluku, yang menjadi petugas pengibar bendera.
  • Rangkaian dilanjutkan dengan penanaman bibit dan tabur bunga di makam leluhur serta orang tua.

Ada tradisi yang tetap bertahan meski generasi terus berganti. Di Kampung Jurugsari, RW 57, Padukuhan Joho, Condongcatur, Sleman, upacara 17 Agustus menjadi salah satunya.

Tahun ini, lebih dari 130 orang kembali berdiri bersama mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026). Bagi warga setempat, momen tersebut menandai satu hal penting: tradisi yang dimulai pada 1974 itu kini sudah memasuki tahun ke-52 dan tidak pernah terputus.

Pesertanya juga tidak hanya warga RW 57. Masyarakat dari RW lain di Padukuhan Joho, warga dari luar Condongcatur hingga luar kapanewon ikut bergabung. Sejumlah pengemudi ojek daring juga hadir dalam upacara tersebut.

Ada pemandangan yang cukup menarik di barisan petugas. Sejumlah siswa asal Kei, Maluku, yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta untuk menjalani praktik sekolah, dipercaya menjadi petugas pengibar bendera.

Mereka mengenakan pakaian adat saat menjalankan tugas. Kehadiran para pelajar tersebut membuat upacara warga Jurugsari terasa semakin berwarna, sekaligus memperlihatkan keberagaman Indonesia dalam satu barisan.

Iringan musik korsik membuat suasana upacara semakin khidmat. Tata upacara juga berlangsung tertib, menghadirkan nuansa seremoni kenegaraan di tengah lingkungan kampung.

Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari mengapresiasi konsistensi warga Jurugsari dalam menjaga tradisi tersebut. Menurutnya, tradisi yang mampu bertahan selama puluhan tahun merupakan kekuatan sosial yang penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda.

Bagi warga Jurugsari, upacara 17 Agustus bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk menjaga ingatan tentang perjuangan bangsa sekaligus merawat nilai persatuan dan gotong royong.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut setelah upacara. Warga melakukan penanaman bibit secara simbolis dan tabur bunga di makam leluhur serta orang tua.

Dukuh Joho Retnaningsih mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mengingat perjuangan generasi terdahulu.



Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Karena itu, generasi sekarang perlu mengisinya dengan hal-hal positif, menjaga kerukunan, saling peduli, dan bergotong royong.

Lebih dari lima dekade berjalan, tradisi tersebut akhirnya tidak hanya soal upacara. Ia menjadi cara warga Jurugsari menjaga hubungan antargenerasi sekaligus mempertahankan nilai yang dianggap penting di tengah perubahan zaman.

Semangat itu dirangkum dalam moto masyarakat Jurugsari, Kembali ke Akar Budaya.

Tags:
  • Berita Sleman
Also read
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Related news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Latest news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Show more
Post a Comment
Cancel
Berita Populer
  • Mantu Kiai Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditahan Polresta Sleman

    September 18, 2026
    Mantu Kiai Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditahan Polresta Sleman
  • PSS vs PSIM Makin Panas? Bupati Sleman Minta Lupakan Masa Lalu

    August 19, 2026
    PSS vs PSIM Makin Panas? Bupati Sleman Minta Lupakan Masa Lalu
  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Balita di Sleman Naik Penyidikan

    September 18, 2026
    Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Balita di Sleman Naik Penyidikan
  • APBD Defisit Rp170 Miliar, Pemkab Sleman Pangkas Belanja Rp64,6 Miliar

    August 26, 2026
    APBD Defisit Rp170 Miliar, Pemkab Sleman Pangkas Belanja Rp64,6 Miliar
  • Nggak Cuma Depresi, 18.845 Anak di Sleman Berisiko Gangguan Mental

    August 26, 2026
    Nggak Cuma Depresi, 18.845 Anak di Sleman Berisiko Gangguan Mental
Kategori Populer
  • Berita Sleman
  • Wisata Sleman
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.