Ekspos Sleman

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Jogja
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Bantul
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Sleman
  • Wisata Sleman
  • Kuliner Sleman
  • Seputar Sleman
  • Home
  • Berita Sleman

Belum Setahun, Kasus Bunuh Diri di Sleman Sudah Naik 2 Kali Lipat

By Ekspos Jogja
August 26, 2026

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat 15 kasus bunuh diri hingga pertengahan Agustus 2026. Angka ini sudah lebih dari dua kali lipat dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat tujuh kasus.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman dr Seruni Angreni Susila bilang kenaikan ini jadi perhatian pemerintah daerah. Meski begitu, kasus tersebut belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kasus yang tercatat juga nggak semuanya melibatkan warga Sleman. Sebagian merupakan warga yang tinggal sementara di wilayah Sleman, seperti penghuni kos dan rumah kontrakan.

Latar belakangnya pun beragam. Dinkes Sleman menemukan persoalan keluarga, lilitan utang, sampai masalah ekonomi lainnya dalam sejumlah kasus yang ditangani.

Karena itu, penguatan kesehatan jiwa mulai jadi perhatian serius. Salah satunya dengan memperkuat deteksi dini masalah mental, terutama pada anak usia sekolah dan remaja.

Dinkes Sleman menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk melihat indikasi masalah psikologis pada anak dan remaja. Kalau ditemukan tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut, anak akan ditangani tim kesehatan jiwa di puskesmas yang melibatkan psikolog, dokter, dan perawat terlatih.

Selain SDQ, Dinkes Sleman juga mulai memakai perangkat heart rate variability (HRV) untuk melihat respons tubuh terhadap stres. Saat ini ada lima perangkat yang tersedia, masing-masing di empat puskesmas dan satu di Dinkes Sleman.

Seruni juga mengingatkan keluarga agar nggak membiarkan anak menghadapi masalah sendirian. Menurut dia, komunikasi terbuka penting supaya anak punya tempat aman untuk bercerita, terutama saat memasuki usia remaja.

Harapannya sederhana: ketika punya masalah, anak lebih dulu mencari orang tua untuk cerita, bukan malah meluapkannya di media sosial. Dari komunikasi di keluarga itulah masalah kesehatan mental diharapkan bisa dikenali dan ditangani lebih awal.

Tags:
  • Berita Sleman
Also read
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Related news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Latest news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Show more
Post a Comment
Cancel
Berita Populer
  • Mantu Kiai Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditahan Polresta Sleman

    September 18, 2026
    Mantu Kiai Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditahan Polresta Sleman
  • PSS vs PSIM Makin Panas? Bupati Sleman Minta Lupakan Masa Lalu

    August 19, 2026
    PSS vs PSIM Makin Panas? Bupati Sleman Minta Lupakan Masa Lalu
  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Balita di Sleman Naik Penyidikan

    September 18, 2026
    Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Balita di Sleman Naik Penyidikan
  • APBD Defisit Rp170 Miliar, Pemkab Sleman Pangkas Belanja Rp64,6 Miliar

    August 26, 2026
    APBD Defisit Rp170 Miliar, Pemkab Sleman Pangkas Belanja Rp64,6 Miliar
  • Nggak Cuma Depresi, 18.845 Anak di Sleman Berisiko Gangguan Mental

    August 26, 2026
    Nggak Cuma Depresi, 18.845 Anak di Sleman Berisiko Gangguan Mental
Kategori Populer
  • Berita Sleman
  • Wisata Sleman
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.